MEDIA INDEPENDENT KOMNAS HAM PARTAI CALEG 2009 GEOPOL

SLOGAN


Dapur Umum untuk Hadapi Kenaikan Harga BBM


Dapur Umum untuk Hadapi Kenaikan Harga BBM

Oleh
Web Warouw

Jakarta-Menghadapi dampak dari kenaikan harga akibat kenaikan harga BBM, rakyat tidak cukup melakukan protes. Persoalan yang ada di hadapan mata adalah ancaman kelaparan dan kekurangan gizi pada rakyat miskin karena tidak mampu menjangkau lonjakan harga bahan makanan.


“Kenaikan harga bahan makanan semakin tidak terjangkau. Akibatnya rakyat miskin terancam kelaparan dan kekurangan gizi,” demikian Ketua Umum Serikat Rakyat Miksin Kota Marlo Sitompul ketika dihubungi Senin (9/6) di Jakarta.


Meningkatnya harga kebutuhan pokok menurutnya tidak diimbangi dengan pendapatan harian rakyat miskin perkotaan yang hidupnya dari mengemis, pemulung, tukang parkir, asongan, tukang cuci, sampai pedagang kecil.


“Jangankan kami, keluarga pegawai negeri dan prajurit saja sudah kewalahan menghadapi kenaikan harga,” demikian ujarnya.


Dapur Umum
Untuk menghadapi ancaman kelaparan dan kekurangan gizi bagi rakyat miskin, Serikat Rakyat Miskin Kota Indonesia (SRMI) menyiapkan pendirian dapur-dapur umum di beberapa titik konsentrasi perkampungan miskin perkotaan. “Dapur-dapur umum didirikan untuk memastikan makanan dan gizi terutama buat ibu-ibu dan anak-anak di perkampungan miskin. Anak-anak sangat rawan terkena kekurangan gizi ditengah kesulitan ekonomi seperti saat ini,” kata Marlo.


Masyarakat setempat akan menjadi penggerak secara gotong royong untuk menjalankan dapur umum. “Kesulitan ekonomi saat ini harus bisa meningkatkan solidaritas antar rakyat miskin. Kebutuhan dasar dibutuhkan adalah beras dan kacang hijau. Syukur-syukur kalau bisa ada lauk pauknya,” demikian Marlo.


Menanggapi hal ini Menteri Kesehatan menjanjikan akan mendukung dapur-dapur umum yang akan didirikan oleh rakyat dengan mengerahkan bantuan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP)-ASI. “Kita tidak akan membiarkan rakyat miskin menghadapi ancaman kekurangan gizi sendirian. Aparat kesehatan akan kita kerahkan untuk menjaga kesehatan masyarakat ditengah krisis ekonomi saat ini,” demikian Siti Fadilah Supari pada hari yang sama dari New York, Amerika Serikat


Menkes menegaskan bahwa hanya dengan kerja sama antara pemerintah dan rakyat, kesulitan apapun akan bisa dihadapi oleh bangsa Indonesia. “Lewat dapur umum, petugas kesehatan akan lebih mudah memantau dan memeriksa kesehatan rakyat terutama ibu dan anak. Selain menghadapi ancaman kelapatan dan gizi buruk, dapur umum menjadi sarana untuk memantau penyakit menular,” demikian Fadilah saat mewakili Presiden RI dalam pembahasan pemberantasan HIV AIDS. n


0 komentar:

CLOCK

Login | Facebook

Yahoo! Messenger